Rabu, 05 Juli 2017

Seberapa sering kau malu?

Bagi saya, malu adalah ketika kau berpergian ke sana ke mari, 11-12 dengan pelancong yang mau travelling, mengatur itinerary, tapi semua budget masih dari orang tua. Malu ga sih?
Bagi saya, malu adalah ketika kau bangga karena presensi satu mata kuliah penuh, tapi justru hasil TA alias titip absen :” Masih belum malu?  
Bagi saya, malu adalah saat kau berusaha mengajari orang lain, tapi dirimu sendiri pun belum belajar dari itu. Hmm. Malu sih ini.    
Dan malu adalah saat kau membandingkan backstage-mu dengan mainstage orang lain, bahkan sampai kau lupa sudah sesering apa.

Jadi...
Seberapa sering kau malu?
Dan saya malu. Karena saya adalah itu semua.

Regards, 
OS. 



Rabu, 31 Mei 2017

Bangunkan Segera Raksasa Teknologi Digital Asia!


Source: di sini

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet menggunakan perangkat mobile terbesar di dunia. Menurut data WeAreSocial.net, lebih dari 69 persen masyarakat Indonesia mengakses internet lewat perangkat mobile, angka ini merupakan yang tertinggi ke 4 di dunia. Siapa 3 posisi sebelumnya? Posisi pertama diduduki oleh Nigeria dengan proporsi sekitar 81 persen, diikuti India dan Afrika Selatan dengan masing-masing sebesar 79 dan 78 persen. Padahal, secara global, rata-rata penggunaan internet via mobile hanya 50 persen. Dengan angka ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang tergila-gila dengan perangkat mobile. Apakah Kamu salah satunya? Hehe... 
Source: di sini
Selain untuk berkomunikasi, perangkat mobile tersebut sering digunakan untuk mengakses internet dari mulai media sosial hingga berbelanja online. Hal ini sejalan dengan penetrasi smartphone. Saat ini, Indonesia menjadi pengguna aktif smartphone tertinggi ke 4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Berdasarkan riset We Are Social dan Hootsuite 2017, pengguna internet di Indonesia tumbuh 51 persen dalam kurun waktu satu tahun. Angka ini merupakan yang terbesar di dunia, bahkan jauh melebihi pertumbuhan rata-rata global yang hanya 10 persen. 

Pengguna telepon seluler dan intenet yang terus meningkat menjadi modal pengembangan industri digital nasional. Katadata Research merangkum sejumlah manfaat yang diperoleh melalui sistem network sharing, diantaranya yaitu terdapat efisiensi biaya untuk semua penyelenggara jasa telekomunikasi, adanya perluasan jangkauan dan akses internet ke masyarakat, adanya peningkatan kualitas data dan suara, harga produk menjadi lebih bersaing, serta peluang bisnis digital terbuka dan produktivitas ekonomi digital meningkat.
Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa saja efisiensi Industri Telekomunikasi dalam dunia digital di Indonesia, simak ulasan di bawah ini.
1.     Sektor Telekomunikasi Penggerak Ekonomi Indonesia
Telekomunikasi adalah salah satu faktor strategis andalan perekonomian Indonesia. Sektor ini berperan sebagai mesin penggerak ekonomi yang selalu tumbuh paling pesat, rata-rata di atas 10 persen selama lebih dari satu dekade. Faktanya adalah, ini melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5-6 persen per tahun.
Source: di sini
2.     Efek Berganda Industri Telekomunikasi
Perkembangan teknologi informasi dan infrastruktur komunikasi yang diiringi kebijakan penyerapan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) telah mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi Tanah Air. Geliat Industri ini ikut berkontribusi pada perekonomian nasional.
Source: di sini
3.     Adanya Network Sharing
Network sharing atau berbagi jaringan merupakan kolaborasi dua atau lebih operator dan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk menekan biaya operasional dan belanja modal. Meski masih menjadi perdebatan, sistem network sharing atau penggunaan bersama jaringan diyakini akan mendorong pemerataan penetrasi akses telekomunikasi dan internet. Pelaku industri pun diuntungkan karena biaya investasi menjadi lebih murah.
Source: di sini

Teknologi digital semakin lekat dengan aktivitas masyarakat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar potensial bagi sektor ekonomi digital. Tingginya pertumbuhan pengguna internet tersebut juga menjadi potensi yang baik untuk mendukung kemajuan ekonomi digital Indonesia, yang berimbas pada peningkatan bisnis e-commerce dan bisnis online lainnya. 
Source: di sini
Perkembangan jumlah konsumen online di Indonesia semakin meningkat. Pada 2016, riset dari eMarketer memperkirakan akan mencapai 8,6 juta orang yang berbelanja melalui internet. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 7,9 juta orang. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang mengenal internet seiring lahirnya generasi Z (Gen Z) yang lahir di era digital membuat kebiasaan belanja barang dan jasa yang sebelumnya secara konvensional akan beralih menjadi online. Para pelaku usaha akan menawarkan beragam aplikasi yang memberikan kemudahan dan kecepatan untuk mendukung aktivitas dan kebutuhan hidup sehari-hari. Hal Ini tentu memberikan kesempatan bagi talenta anak muda untuk membangun start up sendiri.
Grafik: Konsumen e-Commerce Indonesia
Source: di sini
Dalam industri e-commerce, Indonesia sudah punya modal dasar berupa volume pasar yang sangat besar. Dengan jumlah populasi 250 juta (terbesar di ASEAN), Indonesia dapat menjadi pasar e-commerce yang sangat menjanjikan. Guna mendorong transaksi online, pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi yang khusus untuk mempermudah dan melindungi bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce) di dalam negeri. Menurut KataData, selain e-commerce, ada 2 sektor usaha yang dapat memanfaatkan teknologi digital dan menarik bagi investor asing, yaitu logistik dan barang konsumsi. Metode yang biasa disebut internet of thing ini bisa dilakukan untuk mengecek logistik di pertambangan atau mengawasi stok barang. Ketiga sektor tersebut menjadi peluang besar di masa mendatang. 

Di balik potensi besar ekonomi digital, Indonesia masih awam dalam revolusi digital. Partner McKinsey & Company Khoon Tee Tan menjelaskan, Indonesia perlu mengukur revolusi digital dalam melihat bisnis yang berkembang dan konsumen untuk mengembangkan ekonomi ke level berikutnya dengan meningkatkan produktivitas di sektor digital ini. Terdapat tiga hambatan yang sekaligus menjadi potensi bagi indonesia untuk melakukan revolusi digital.
1.     Jangkauan Sinyal dan Akses Data Belum Merata
Indonesia masih kekurangan pembangunan infrastruktur terutama dalam sektor digital, akses internet yang dimiliki masyarakat di daerah-daerah tertentu masih sulit dijangkau. Akses sinyal seluler secara umum sudah menjangkau 91 pesen desa di seluruh Indonesia, namun kualitas sambungan internet belum merata. Di Jawa, terutama Jakarta, kecepatan sinyal sudah kencang, yakni mencapai 7 Mbps. Tetapi di luar Jawa, kecepatannya masih rendah. Bahkan di Maluku dan Papua kecepatan mengunduh masih di bawah 1 Mbps.
Source: di sini
2.     Koneksi Internet Tumbuh Pesat, Tapi Lambat
Kecepatan akses internet Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi di dunia. Menurut laporan “State of the Internet” yang dirilis Akamai Technologies, kecepatan koneksi rata-rata internet Indonesia tumbuh 148 persen pada kuartal II-2016 terhadap periode yang sama pada 2015. Di sisi lain, kecepatan rata-rata internet Indonesia masih di bawah rata-rata dunia. Singapura memiliki bandwidth atau kecepatan transfer data 100 kali lebih baik dibandingkan Indonesia. Bahkan, Thailand pun memiliki bandwidth 10 kali lebih baik dibanding Indonesia.
Source: di sini

3.     Tarif Interkoneksi Penyebab Ekonomi Biaya Tinggi
Tingginya tarif interkoneksi menjadi penyebab mahalnya tarif panggilan telepon antar operator. Alhasil, ini menimbulkan pemborosan karena konsumen cenderung menggunakan lebih dari satu kartu subscriber identity module (SIM) untuk menghindari telepon antaroperator. Tarif interkoneksi juga menyebabkan rendahnya persaingan antar operator sehingga mengurangi insentif dalam inovasi layanan yang lebih baik.
Source: di sini
4.     Minat Konsumen Masih Rendah
Hanya sekitar 30 persen penduduk Indonesia yang melakukan kegiatan ekonomi di sektor digital. Angka ini merupakan potensi besar untuk ditingkatkan, karena total penduduk Indonesia mencapai 200 juta orang. Namun, Khoon Tee melihat, dengan regulasi yang tepat, sekitar 4-5 tahun ke depan, jumlah tersebut dapat bertambah lagi sebanyak 50-60 juta penduduk.
5.     Kontribusi Bisnis Sektor Digital Minim
Kontribusi bisnis Indonesia di sektor digital masih minim terdahap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun jika pebisnis pemula atau start up memulainya dengan serius, hal ini menjadi potensi yang bisa dikembangkan. Jadi, bisnis sektor digital ini bisa berkontribusi paling tidak US$ 150 miliar dari sekitar US$ 900 miliar PDB Indonesia.

Penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2016, menurut data Internetlivestats ada di kisaran 17 persen, sedangkan India ada di angka 19 persen. Data lain dari We are Social menunjukkan hal yang sama. Penetrasi internet di Indonesia berkisar 28 persen. Dengan penetrasi sebesar ini, Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam (43 persen), Filipina (39 persen), Malaysia (40 persen) dan Singapura (81 persen).
Dengan kondisi ini, media teknologi TechiniAsia dalam salah satu artikelnya menyebut Indonesia sebagai “Raksasa teknologi Asia Tenggara yang sedang tertidur.” Padahal Indonesia mempunyai peluang menjadi salah satu yang terbesar tidak hanya di Asia Tenggara, tapi juga Asia. Kebutuhan terbesar saat ini adalah dukungan dari pemerintah supaya industri digital Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain. Penetrasi internet harus bisa ditingkatkan dengan cepat, tidak hanya terfokus di Jawa, tapi juga tersebar di daerah lain di Indonesia. Maka segera kita bangunkan raksasa teknologi digital Asia yang masih terlelap!
Indonesia sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk melakukan revolusi digital. Hal ini dimungkinkan karena perusahaan konsultan terkemuka McKinsey & Company menilai, Indonesia masih sangat awam dalam revolusi digital lantaran keterbatasan akses masyarakat ke sektor digital melalui penetrasi internet. Berdasarkan KataData.co.id, setidaknya ada empat langkah yang harus ditempuh untuk mengembangkan potensi ekonomi digital di Indonesia, diantaranya yaitu:
1.     Pengalaman Konsumen
Perusahaan-perusahaan digital harus memberikan kesan terbaik kepada konsumen dalam menggunakan jasanya. Hal ini karena konsumen di dunia digital sangat mudah berpaling ke perusahaan-perusahaan lain yang lebih baik.
2.     Cyber Security
Pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama dalam memberikan keamanan bagi transaksi yang dilakukan. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menghubungkan antara online dengan offline. Gryseels mencontohkan, suatu perusahaan penjual barang harus menyiapkan tempat bagi konsumen untuk mengambil barangnya secara offline. Hal tersebut mengacu pada data 50 persen pelanggan di Amerika Serikat lebih suka mengambil barang yang dibelinya secara langsung, walaupun berbelanjanya secara online.
3.     Analisis Database
Perusahaan juga harus menggunakan analisis berbasis data untuk menentukan kebutuhan, perilaku, dan keinginan konsumen. Perusahaan konvensional juga perlu mengadopsi cara kerja perusahaan digital agar tercipta persaingan yang seimbang.
4.     DNA Digital
Berbagai perusahaan dan pemerintah harus sudah mulai membangun DNA digital yaitu dengan mengeluarkan regulasi yang mendukung digitalisasi.

Pemerintah bertekad mendorong perkembangan ekonomi digital. Potensi bisnis yang sangat besar dan sejumlah terobosan yang telah dijalankan menargetkan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020. Pasar ekonomi digital di Indonesia mencakup sektor finansial, internet of things (IoT), dan penyedia jasa daring. Peningkatan pemanfaaan digital ini terus didorong untuk mendukung kemajuan perekonomian. 
Source: di sini
Dalam kondisi saat ini, Pemerintah berencana merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan PP Nomor 53 Tahun 2000 Tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Perubahan tersebut merupakan upaya mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sekaligus meningkatkan data saing operator sehingga dapat memberikan layanan yang lebih efisien.
Source: di sini
Berbagai peraturan pelaksana juga tengah disiapkan untuk mendukung paket kebijakan tersebut. Terutama terkait pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, sistem logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan cyber, hingga pembentukan manajemen pelaksanaan. Dengan meluncurkan Paket Kebijakan ke-14 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-commerce), ada enam hal penting yang termasuk di dalamnya, yaitu sebagai berikut:
1.     Pengembangan pendidikan vokasional di bidang teknologi informasi untuk mendukung bisnis e-commerce agar tidak lagi mengimpor tenaga-tenaga ahli dari luar negeri.
2.     Penyederhanaan pajak e-commerce oleh Kementerian Keuangan agar meringankan beban pajak bagi para pelaku usaha.
3.     Perlindungan konsumen agar hak-hak konsumen terjamin sehingga tidak lagi ragu merintis dan mengembangkan usaha.
4.  Menekankan adanya Cyber security untuk menjamin keamanan data transaksi elektronik konsumen maupun penjual.
5.     Mempermudah logistik dengan adanya program tol laut mempermudah pengiriman barang dan menekan biaya logistik yang harus dikeluarkan dan melibatkan PT Pos menjadi lembaga logistik dan kebutuhan transaksi online.
6.     Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dengan meluncurkan program Palapa Ring untuk menyediakan akses internet cepat atau broadband di seluruh kabupaten atau kota di seluruh Indonesia yang ditargetkan selesai pada 2019. Operator seluler pun akan didesak untuk membangun jaringan dan infrastruktur yang dibutuhkan.
Selain itu, Presiden Jokowi berpandangan agar perguruan tinggi mulai berfokus kepada ekonomi yang berbasis pariwisata. Di negara ini setidaknya ada 10 hingga 15 ribu jenis tarian yang bisa dikembangkan yaitu melalui integrasi dengan wisata alam Indonesia. Dengan pengadaan pendidikan digital yang dapat dimulai pada jenjang yang lebih dini, misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan. Kemudian dilanjutkan dengan jurusan logistik atau retail, jurusan khusus toko online akan mendukung kebutuhan pasar digital di Indonesia yang menjadi potensi besar. 

Menyikapi potensi dunia digital di Indonesia yang begitu besar, mari gegas bangunkan raksasa digital Asia yang masih tertidur, sebelum benar-benar pulas dan lupa bangun! Ada begitu banyak peluang usaha atau bisnis demi meraup profit di bidang ekonomi digital. Bisnis digital sendiri terbagi menjadi empat bagian, yaitu Digital murni, Versi digital dari bisnis nondigital, Fasilitator digital dari bisnis nondigital, dan Hybrid.
Dari jenis-jenis bisnis digital tersebut di atas, apa saja peluang yang bisa dimanfaatkan terutama bagi kita yang masih muda dan produktif? Let’s check it out!
1. Membuat Startup
Startup adalah istilah bagi pengusaha yang tengah merintis bisnis di bidang digital. Ada banyak jasa yang ditawarkan, seperti pembuatan website, software, aplikasi mobile, dan yang lainnya. Bisnis startup mengutamakan konten yang menarik dan kreatif agar diminati oleh masyarakat. Lalu, dari manakah pemasukannya? Dari iklan yang ditampilkan dan fitur-fitur berbayar yang ditawarkan saat membuka web atau aplikasi. Dalam memulai bisnis digital memang harus memiliki kemampuan di bidang IT, atau setidaknya ada tim yang kompeten di bidang IT, penjualan, dan lain sebagainya, sesuai dengan kebutuhan startup yang dijalankan.
Source: di sini
Nah, lalu bagaimana mengawali startup sederhana bagi pemula seperti kita? Yup, selain ide kreatif, kita juga perlu membangun web yang menjadi contoh startup yang terkenal di Indonesia, seperti OLX, Blibli, Gojek dan BukaLapak dan lainnya.
Timbul pertanyaan, caranya membangun web gimana? IDCloudHost (PT Cloud Hosting Indonesia) menjadi solusinya! Kini sudah hadir produk hosting menggunakan Sistem Cloud dan SSD Storage untuk penyimpanan data. Memiliki web untuk startup tentu membutuhkan sistem penyimpanan data yang mumpuni, tapi jangan khawatir, IDCloudHost didukung dengan teknologi Cloud Power web Hosting dengan resource RAM dan CPU Core yang sesuai dengan kebutuhan Kamu. Daripada bingung ingin membeli web hosting Indonesia yang terbaik di mana, mending langsung surfing saja ke idcloudhost.com untuk mengintip lebih banyak. Awas salah fokus! He.
Infografis by OS
2. Menjadi penulis konten/artikel SEO (Search Engine Optimization)
Bagi Kamu yang suka menulis, tidak ada salahnya mencoba berkarya di dunia digital. Konten menarik dengan SEO akan lebih menaikkan traffic dan semakin direkomendasikan oleh mesin pencari, seperti Google di halaman pertama. Kamu bisa menjadi penulis konten dengan bergabung ke dalam perusahaan penulis konten atau menjadi penulis langganan bagi suatu web dan portal berita yang sudah oke. Eh tapi, jika ingin membangun web sendiri yang memiliki branding di laman pencarian Google, why not? 
Syaratnya mudah saja, cukup untuk menjaga website kita tetap hidup supaya terdeteksi oleh si mbah. Sudah tau belum kalau IDCloudHost dari PT Cloud Hosting Indonesia punya keunggulan Teknologi Cloud Hosting Server?
Jika menggunakan web hostingIndonesia dari IDCloudHost, kita akan mendapat layanan agar terhubung oleh banyak sekali server, sehingga memungkinkan pengguna mengakses suatu website lebih cepat dan aman. Apalagi kalau salah satu server mati, teknologi Cloud Hosting akan bekerja agar tidak menganggu performa jaringan akses pada suatu web. Canggih, kan?

3. Membuat blog yang menarik dan menghasilkan
Ini adalah salah satu hobi yang bisa menghasilkan. Tidak percaya? Yuk mari kunjungi akun-akun yang sudah langganan menjadi pemenang lomba (Langit Amaravati dan Yuni Andiyani), karena beliau-beliau ini juga saya jadi semakin semangat menulis. EalahJ Menulis mengenai hobi dan kisah hidup yang bermanfaat bagi orang lain atau tulisan dengan tema tertentu, selain bisa menambah penghasilan kita juga bisa berbagi, kan? Hehe. Ada banyak cara supaya blog yang dibuat bisa menghasilkan, di antaranya mengikuti berbagi lomba blog, menulis review tentang produk lain dengan pihak yang menjadi partner kerjasama atau juga bisa menawarkan iklan di dalam blog. Tapi untuk hal yang satu ini, tentu diperlukan traffic yang tinggi agar orang mau memasang iklan pada blog kita karena blog yang baik adalah memiliki konten SEO dan menyajikan sesuatu yang menarik dan informatif.
Dua blogger kreatif yang disebutkan sebelumnya tentu sudah punya web dengan domain berbayar, kenapa harus berbayar? Tentu agar para blogger terlihat lebih pro dalam dunia digital. Woops, tapi jangan khawatir karena sekarang sudah ada web hosting murah Indonesia berkualitas. Untuk mendapatkan domain .com | .net | .web.id | .co.id | .or.id | .sch.id | .my.id secara GRATIS caranya mudah! Cukup dengan membeli Domain dan paket Hosting Business Pro, Elite Pro, Advance Pro secara bersamaan, kemudian memilih metode pembayaran minimal 1 tahun, maka secara otomatis sistem akan memberikan GRATIS domain saat Kamu akan melakukan pembayaran.
Masih ragu untuk menggunakan jasa web hosting murah Indonesia di IDCloudHost?

4. Web Development
Mengingat efektivitas internet yang hampir digunakan di semua bidang, menjadi web designer adalah pekerjaan yang menjanjikan. Memang tersedia layanan pembuatan web gratis, tapi website berbayar memiliki lebih banyak keunggulan. Selain dari tampilan yang lebih baik, web berbayar juga memiliki fitur yang lebih lengkap, sehingga promosi produk akan lebih menarik dan efektif. Punya fitur lengkap? Eiits, biar nggak ketinggalan jauh, ada lho Web Hosting Indonesia yang menawarkan layanan dengan harga murah dan terjangkau dengan kualitas maksimal dengan fitur yang bisa didapatkan secara GRATIS tentunya. IDCloudHost selain murah, punya fitur lengkap pula, apa aja ya? Ada File Manager, Email, Softaculous, Auto Responder, Auto Backup, SEO Tools dan banyak masih lagi.  
5. Menyediakan jasa internet marketing
Paket usaha yang satu ini tengah booming di masyarakat. Jasa internet marketing adalah salah satu kunci sukses dalam bisnis digital. Meski Kamu sudah memiliki akun website dan media sosial, belum tentu itu akan meningkatkan penjualan. Dan mengingat persaingan bisnis yang juga sangat ketat, maka internet marketing adalah cara promosi produk barang/jasa dengan mengoptimalkan akses internet lainnya. Lantas bagaimana caranya?
Punya web berbayar dengan kemampuan cepat di akses dari berbagai negara menjadi Solusi Sempurna untuk Bisnismu! Dengan memanfaatkan jasa layanan IDCloudHost, dalam waktu 3 menit, kamu akan mendapatkan semua layanan dengan cepat. Penyedia layanan Web Hosting Provider ini bikin kita nggak repot lagi, karena tidak ada kewajiban untuk upgrade, downgrade atau cancel setiap waktu. Sebagai Web Hosting Murah dan Terjangkau, IDcloudHost tentunya menawarkan layanan dengan berkualitas dunia, dengan menjamin kinerja yang kuat dengan stabilitas tinggi dan 99,99% uptime. Kurang apa lagi coba?  

Percaya atau tidak, bisnis digital di Indonesia dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja yang dapat menurunkan angka pengangguran. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 7,56 juta pada Agustus 2015 menjadi 7,03 juta pada Agustus 2016. Artinya, jumlah pengangguran telah berkurang 530 ribu orang dalam setahun terakhir. Penurunan tersebut seiring dengan semakin banyaknya orang yang bekerja di sektor informal, misalnya sebagai pengojek online dan pedagang online.
Pengojek berbasiskan aplikasi online turut mendongkrak jumlah pekerja di sektor jasa yang meningkat sebanyak 1,52 juta menjadi 19,5 juta orang. Secara lebih spesifik, pekerja di sektor transportasi meningkat 500 ribu menjadi 5,6 juta orang. Selain pengojek online, penurunan pengangguran ini juga didorong oleh mobilitas pekerja, yang paling menonjol adalah ibu rumah tangga yang beralih menjadi pelaku bisnis online.
Mencermati setiap peluang usaha dunia digital, IDCloudHost dari PT Cloud Hosting Indonesia bisa menjadi pendukung kita dalam membangun website untuk mengawali bisnis online saat ini. Tidak perlu bingung karena penyedia layanan Web Hosting Provider berbasis SSD Cloud Hosting ini membantu kita selalu menjaga website tetap hidup dan mudah diakses bahkan dalam skala internasional.
Pengaruh dunia digital bagi ekonomi Indonesia juga menjadi bahasan dalam forum Indonesia Summit 2016 yang digelar The Economist di Jakarta, itu artinya ini penting untuk disikapi lebih lanjut oleh berbagai pihak. Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, terutama bagi kita anak muda yang masih produktif dengan talenta segudang! Maka segera kita bersama-sama bangunkan raksasa teknologi digital Asia yang masih terlelap dalam tidurnya!

Cheers,
OS


REFERENSI PENDUKUNG:
www.ruangfreelance.com
idcloudhost.com
katadata.co.id
Artikel di atas diikutkan dalam lomba ini